Berkejaran dari sebuah "TiTiK"

Rumah ini dibangun atas keletihan berulang, bersama sebuih cinta yang mestinya tersemai. masih sama, seperti kisah-kisah masa lalu, seperti perjalanan yang harus selalu dilalui. bukan untuk sebuah keniscayaan namun titik pengejaran itu sebagai tolak ukur segala aksi kemanusiaan wajar. berpulang kepada karunia Allah atas daya cipta dan anugrah tak putus kepada siapa saja menderma. bahkan kepada rentetan hayal tanpa terpenggal oleh jeda-jeda waktu dan istiadat berganti.

SangKaKaLa, hanyalah sebuah nama seperti gagak pada burung, nyawa pada kehidupan dan perubahan pada setiap apa saja sebentuk materi. saya mengartikannya sebagai "Terompet pertanda KIAMAT". karena kita kapanpun harus berani meninggalkan raga yang sejatinya pinjaman, kenikmatan duniawi yang sejatinya harus kita syukuri. Maka dengan sebuah nama, mungkin akan mengingatkan saya kembali kepada hari penghujung segala hari bagi dunia dan seisinya. Tidak hanya saya, mungkin anda dan mereka mengingat hari itu, hari yang harusnya diyakini oleh segala manusia.

Catatan, ini hanya catatan mungkin juga cerita dan sama sekali bukan petuah. Anggaplah sebagai refleksi perjalanan seorang pengembara yang tak tahu tempat berpulang, perjalanan pengemis dan kegiatan permohonan mereka  kepada penderma, perjalanan ilmuwan yang jenuh dengan riset-riset, mungkin juga perjalanan pelacur dan harapan mereka akan pelanggan yang hidungnya tidak belang. Jika memekik, mungkin sedang sakit atau tertindih, jika tenang dan mengalir, bisa jadi karena memang proses catatan itu dibentuk di bawah mata air atau danau, atau mungkin didapati mengambang layaknya buih di porak-porandakan ombak, ah.. tak ayal lagi itu mesti igauan. biarkanlah, biarkan ia berterus-terang tentang segala perasaan, tentang segala kejadian. tinggalkan tempat ini, jika terlalu banyak aura-aura dan bebau tidak sedap, biarkan ia seperti anjing menggonggong dan anggap sajalah anda kafilah yang terus berjalan.

Terima kasih atas kunjungan anda, mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita bisa memperluas ilmu dan pengalaman, amien. Selebihnya tiada gading yang tak retak, lagi-lagi manusia bukanlah sesuatu yang bisa mencapai titik kesempurnaan. Mohon maaf jikalau ada kata-kata yang kurang berkenan di hati dan selamat menikmati hidangan seadanya.

Salam,

SangKaKaLa